Mari coba lupakan
Sejujurnya, ini adalah hal yang amat tidak menyenangkan. Aku sendiri tidak suka. Apa yang dinikmati dari usaha untuk melupakan? Banyak yang bilang kalau semakin kita mencoba untuk melupakan, semakin pula ingatan kita membantah dan terus mengingatnya. Bagaimana kita tidak terus mengingatnya? Dalam proses melupakan pun, kita “mengingatkan” otak kita untuk “melupakan” itu, kan? Kunci utamanya saja mengingat untuk lupa, akan mustahil apabil ingin melupakan tapi tidak akan teringat sama sekali. Setidaknya, itu sendiri yang aku rasakan. Tadinya tidak ada niat, namun rasanya aku sambungkan saja ceritaku kemarin tentang teman . Lebih tepatnya, mantan teman. Setelah berakhirnya hubungan kami sebagai teman (loh, ternyata juga bisa, ya, dalam pertemanan berubah status!) , tentunya kenangan-kenangan itu masih teringat jelas dalam pikiranku. Bagaimana tidak? Intensitas yang tercipta, walaupun tidak dalam waktu yang lama, sudah menciptakan itu semua. Sebagai orang yang benar-benar memaknai kehad...