Posts

Showing posts with the label Tired

Buat apa?

Beberapa waktu lalu, ada sebuah keributan yang terjadi di dunia media sosial Indonesia perihal hak masyarakat untuk tetap pergi ke tempat keramaian. Objek percekcokan pada saat itu adalah tempat clubbing . Tentunya, ini menuai keberpihakan para warganet akan setuju atau tidak setuju. Pikiranku langsung tertuju pada hal-hal lain yang berirama sama, bagaimana dengan orang-orang yang memutuskan untuk tetap menggelar pesta di tengah bencana seram ini? Jawabannya, semua bisa terjadi. Masyarakat, khususnya masyarakat Indonesia, atau bahkan seluruh masyarakat di belahan dunia ini, rasanya sudah lelah menghadapi bencana yang sudah ada di tahun ketiga ini. Mereka terlalu lelah untuk menahan segala kegiatan yang tertunda dan merasa bahwa kali ini setidaknya mereka bisa merasakannya kembali. Belum lagi, mayoritas dari mereka sudah menjalankan perintah negara dengan melakukan vaksinasi sebagai upaya melindungi diri. Semakin menciptakan pemikiran bahwa mereka saat ini semakin baik-baik saja dan s...

Mencoba untuk tenang

Menyambung dari ceritaku yang kemarin , tema ini tercetus juga karena sisi diriku yang mensugestikan sisi diriku yang lain untuk mencoba tenang. Siapa yang tidak panik apabila kondisinya seperti itu? Sayangnya dari belasan panitia acara, tidak ada satu pun yang superhero . Semua hanya manusia biasa yang berubah peran menjadi penyelamat kondisi darurat sebuah lokasi penginapan acara. Satu hal dan hal paling utama yang harus kami lakukan dalam kondisi seperti ini adalah tenang. Aku pribadi rasanya sulit menerapkan ini di awal. Merinding, panik, takut, menjadi satu hanya dengan mengetahui beberapa peserta ada yang terpapar. Belum lagi kaget dan sedih begitu mengetahui satu dari teman perjuangan harus berjuang lebih dibanding kami-kami yang masih diberi sehat. Bagaimana caranya aku bisa tenang? Hari ini, seluruh kegiatan dilaksanakan secara online . Pagi sampai sore memang dihabiskan di depan layar saja bagi para peserta, namun tidak bagi panitia yang masih harus tetap bertarung. Bagai...

Minggu ini cukup melelahkan

Jujur saja, pada saat menentukan tema di hari kesembilan ini, sebenarnya memang sedang terjadi di diriku sendiri. Sebagaimana yang kalian ketahui bahwa aku sedang berada di dalam sebuah rangkian kegiatan (bisa dibaca di sini ya!), tanggal 9 ini adalah hari di mana semuanya berubah. Dari puluhan peserta yang ikut dalam acara tersebut, ditemukan 3 (tiga) peserta yang terkena arus bencana mengerikan beberapa tahun terakhir ini. Otomatis, acara tidak bisa dilanjutkan karena seluruh peserta maupun panitia harus melakukan isolasi mandiri. Semuanya berubah. Senyap seketika melanda lantai lima penginapan tempat acara digelar. Seluruh panitia sudah dilakukan swab antigen dan satu dari kami harus gugur. Aku salah satu orang yang kontak erat dengannya. Sedih sekali mengetahui fakta ini. Hasil tes menunjukkan “negatif” untukku, tapi ini bukanlah akhir dari segalanya. Segera kuhubungi temanku itu dan ia baru saja selesai menangis, mengeluarkan seluruh perasaannya dan mencoba untuk menerima ke...

Aku absen dulu

Aku merasa bersalah hari ini. Untuk pertama kalinya, dalam tantangan menulis kali ini tidak ada tema khusus yang ditentukan. Aku kira aku mampu melakukannya hari ini, tapi ternyata aku tidak bisa menyesuaikan. Jangan lihat tanggal kapan aku mempublikasi cerita ini, ya. Anggap saja ini ceritaku di Februari yang ketujuh. Keterlambatan beberapa hari ini masih bisa dimaafkan, ‘kan? Jadi, semua ini karena kegiatanku dari kantor yang mengharuskanku menginap selama 6 hari 5 malam. Waktu yang tidak singkat untuk bekerja menurutku. Pikiranku langsung menuju tantangan tulisan ini, pasti. Sudah terpikirkan olehku akan bagaimana caranya aku membagi waktu? Apakah aku sanggup melakukan ini? Apakah aku bisa fokus? Ternyata, tenagaku tidak sebanyak itu untuk melakukan banyak hal. Dan aku pun tidak memaksakan keadaan itu. Aku baru saja bisa menuliskan itu di hari ini dikarenakan beban kerja yang sudah berkurang dibanding hari-hari sebelumnya. Ternyata, menjaga komitmen itu tidak cukup apabila mem...